Search Engine

home

Senin, 24 November 2008

nnnaaaa

Bab i

pendahuluan


a. latar belakang

Al-Qur’an dan sunnah merupakan dua pusaka Rasulullah SAW yang harus selalu dirujuk oleh setiap muslim dalam segala aspek kehidupan. Satu dari sekian aspek kehidupan yang amat penting adalah pembentukan dan pengembangan pribadi muslim. Pribadi muslim yang dikehendaki Al-Qur’an dan sunnah adalah pribadi yang saleh. Pribadi yang sikap, ucapan dan tindakannya terwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari Allah SWT. Pembentukan kepribadian taqwa berkaitan sangat erat dengan tauhid. Penanaman tauhid yang baik dan benar kepada anak akan sangat menentukan terwujudnya kepribadian takwa tersebut. Pertama, tauhid merupakan fondasi yang diatasnya berdiri bangunan-bangunan kehidupan manusia, termasuk jepribadiannya, dengan makin kuat dan kokohnya tauhid, makin baik dan sempurna kepribadian takwa seseorang. Kedua, tauhid merupakan aspek batin yang memberikan motivasi dan arah bagi perkembangan kepribadian manusia.

b. tujuan

untuk mengetahui PENGARUH TAUHID DALAM KEHIDUPAN PRIBADI DAN MASYARAKATserta mengetahui karakter atau ciri pribadi muslim.














Bab ii

pemabahasan


pengertian tauhid

Tauhid secara bahasa arab merupakan bentuk masdar dari fi’il wahhada-yuwahhidu (dengan huruf ha di tasydid), yang artinya menjadikan sesuatu satu saja. Syaikh Ibnu Sholeh Al Utsaimin berkata: “Makna ini tidak tepat kecuali diikuti dengan penafian. Yaitu menafikan segala sesuatu selain sesuatu yang kita jadikan satu saja, kemudian baru menetapkannya” (Lihat Syarh Tsalatsatil Ushul).

Secara istilah syar’i, makna tauhid adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang benar dengan segala kekhususannya (Lihat Syarh Tsalatsatil Ushul). Dari makna ini sesungguhnya dapat dipahami bahwa sesungguh banyak hal yang dijadikan sesembahan oleh manusia, bisa jadi mereka menyembah Malaikat, menyembah para Nabi, menyembah orang-orang shalih atau bahkan makhluk Allah yang lain, namun seorang yang bertauhid hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan saja.



Pengertian kepribadian

Kepribadian adalah sesuatu atau figur diri yang ingin ditunjukkan atau ditampilkan didalam keseharian yang ditunjunjukkan melalui sikap atau tingkah laku seseorang. Kepribadian juga dapat dirubah dan dapat juga tergantung pada presepsi atau pendapat orang. Sesuai dengan apa yang diinginkan yang akan ditunjukkan dihadapan orang lain. Kepribadian muslim itu tercermin pada orang yang rajin menjalankan Islam dari aspek ritual seperti shalat. Ada yang mengatakan kepribadian muslim itu terlihat dari sikap dermawan dan suka menolong orang lain atau aspek sosial. Mungkin ada yang berpendapat kepribadian muslim itu terlihat dari penampilan seseorang yang kalem dan baik hati.




Tauhid dan Pembinaan Kepribadian.

Tauhid membantu dalam pembentukan kepribadian yang kokoh. Ia menjadikan

hidup dan pengalaman seorang ahli tauhid begitu istimewa. Arah hidupnya
jelas, tidak mempercayai Tuhan kecuali hanya kepada Allah. KepadaNya ia
menghadap, baik dalam kesendirian atau ditengah keramaian orang. Ia berdo'a
kepadaNya dalam keadaan sempit atau lapang. Berbeda dengan seorang musyrik yang hatinya terbagi-bagi untuk tuhan-tuhan dan sesembahan yang banyak. Suatu saat ia menghadap dan menyembah kepada orang hidup, pada saat lain ia menghadap kepada orang yang mati. Orang mukmin menyembah satu Tuhan. Ia mengetahui apa yang membuatNya ridha dan murka. Ia akan melakukan apa yang membuatNya ridha, sehingga hatinya tenteram.

Persepsi (gambaran) masyarakat tentang pribadi muslim memang berbeda-beda. Bahkan banyak yang pemahamannya sempit sehingga seolah-olah pribadi muslim itu tercermin pada orang yang hanya rajin menjalankan Islam dari aspek ubudiyah. Padahal itu hanyalah satu aspek saja dan masih banyak aspek lain yang harus melekat pada pribadi seorang muslim. Oleh karena itu standar pribadi muslim yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah merupakan sesuatu yang harus dirumuskan, sehingga dapat menjadi acuan bagi pembentukan pribadi muslim.Bila disederhanakan, setidaknya ada sepuluh karakter atau ciri khas yang mesti melekat pada pribadi muslim.

  1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih)

Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT. Dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi Allah tuhan semesta alam” (QS. 6:162). Karena aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam awal da’wahnya kepada para sahabat di Mekkah, Rasulullah SAW mengutamakan pembinaan aqidah, iman dan tauhid.

  1. Shahihul Ibadah (ibadah yang benar)

Shahihul ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang penting. Dalam satu haditsnya, beliau bersabda: “Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat”. Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

  1. Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh)

Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah SAW diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al Qur’an. Allah berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung” (QS. 68:4).

  1. Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani)

Qowiyyul jismi merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat dan kuat. Apalagi berjihad di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.

Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi. Namun jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk hal yang penting, maka Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim)

  1. Mutsaqqoful Fikri (intelek dalam berfikir)

Mutsaqqoful fikri merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang juga penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas). Al Qur’an juga banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berfikir, misalnya firman Allah yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: ” pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir” (QS 2:219)

Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktifitas berfikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas.

Bisa dibayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu.

Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang, sebagaimana firman Allah yang artinya: Katakanlah: “samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”‘, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (QS 39:9)

  1. Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu)

Mujahadatul linafsihi merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan. Kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)” (HR. Hakim)

  1. Harishun Ala Waqtihi (pandai menjaga waktu)

Harishun ala waqtihi merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT banyak bersumpah di dalam Al Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan seterusnya.

Allah SWT memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan: “Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu”. Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.

Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk pandai mengelola waktunya dengan baik sehingga waktu berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi SAW adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum datang sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.

  1. Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan)

Munazhzhaman fi syuunihi termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya.

Dengan kata lain, suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. Apapun yang dikerjakan, profesionalisme selalu diperhatikan. Bersungguh-sungguh, bersemangat , berkorban, berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius dalam penunaian tugas-tugas.

  1. Qodirun Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri)

Qodirun alal kasbi merupakan ciri lain yang harus ada pada diri seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan ibadah haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al Qur’an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi.

Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik. Keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah SWT. Rezeki yang telah Allah sediakan harus diambil dan untuk mengambilnya diperlukan skill atau ketrampilan.

  1. Nafi’un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain)

Nafi’un lighoirihi merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaan. Jangan sampai keberadaan seorang muslim tidak menggenapkan dan ketiadaannya tidak mengganjilkan.

Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berfikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dan mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan ini, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Qudhy dari Jabir).



d. PENGARUH TAUHID DALAM KEHIDUPAN PRIBADI DAN MASYARAKAT

Berbeda dengan seorang musrik yang hatinya terbagi untuk Ilaah selain Allah dan ma`buudaat (yang di`ibadati selain Allah `Azza wa Jalla) yang banyak suatu saat ia menghadap kepada orang hidup, pada saat lain ia menghadap kepada orang yang mati. Artinya terkadang ia meminta kepada yang hidup sebagai perantara (wasilah) antara ia dengan Allah Jalla wa `Alaa untuk menyampaikan hajat hajat mereka, seperti tuan guru, kyai, jin, syaithon dan lain sebagainya. Adapun pada yang mati, seperti berziarah kekuburan para wali yang dikeramatkan, sunan sunan, tempat tempat keramat, dan sejenisnya. Ini adalah ciri hati orang yang sudah terpecah pecah akibat kesyirikan demikian pula orang-orang yang aqidahnya tidak lurus, tauhidnya tersesat lagi tidak tepat kepada Allah Subhaana wa Ta`aalaa, kehidupannya bahkan demikian dan disangsikan.

Sedangkan orang mukmin dia hanya beribadah kepada Allah saja, ia mengetahui apa yang diridhoi oleh Allah dan yang dimurka -Nya, sehingga ia hanya akan melakukan apa yang membuatNya ridho dan hatinya tentram. Sementara orang-orang musrikin (orang-orang musrik) meng`ibadahi ilah ilah yang sangat banyak, `ibadah mereka ditujukan kadang kadang kepada jin, syaithon, kuburan kuburan para wali atau orang sholeh, kyai, dukun dukun dan lain sebagainya. Demikianlah tujuan mereka dalam ber`ibadah, maka akibat dari yang demikian tauhid mereka tidak benar. Terkadang ma`buud selain Allah Jalla wa `Alaa tersebut menginginkannya kekanan, sedangkan lainnya kekiri, seseorang itu akan menjadi terombang ambing diantara peribadatan selain Allah Ta`aalaa itu, dia tidak memiliki prinsip dan ketetapan sedikitpun.

Maka dari itu, sebahagian besar kaum muslimin yang tidak memiliki prinsip dan ketetapan tauhid mereka berbondong-bondong berziarah kekuburan kuburan para wali yang dikeramatkan, meminta (berdo`a) kepada mereka supaya hajat mereka dikabulkan oleh Allah Ta`aalaa. Mereka menjadikan para wali tersebut sebagai wasilah (perantara) antara mereka dengan Allah Tabaaraka wa Ta`aalaa.

Tauhid sumber keamanan manusia, sebab tauhid memenuhi hati para ahlinya dengan keamanan dan ketenangan, tidak ada rasa takut kecuali kepada Allah Subhaana wa Ta`aalaa saja, semua rasa takut yang diarahkan kepada selain Allah Ta`aalaa dikategorikan kesyirikan, kecuali takut fitrah (tabiat/instink)nya manusia, seperti takut kepada api, tenggelam, gelap, binatang buas, akan tetapi kalau takut tabiat/instink itu membawa kepada meninggalkan wajib (perintahNya) serta terjerumus kepada yang haram maka hukumnya juga haram.

Tauhid menutup rapat celah celah kekhawatiran terhadap rizki, jiwa dan keluarga, sehingga seorang yang bertauhid tadi jalurnya lurus, tidak ada rasa takut, sebab keta`atan tidak bisa mengurangi reziki seseorang. Al Imam as Sa’ady telah menjelaskan bahwa keta`atan itu tidak menahan reziki atau mengurangi reziki seseorang, jadi belajar ilmu al Quraan dan as Sunnah, dakwah kepada jalan Allah, tidak akan menyebabkan berkurang rezikinya, bahkan Allah SWT, akan menundukkan hati orang lain untuk membantu kehidupannya begitu janji Allah dan RasulNya kepada umat, yang mempelajari Kalamullahi, al Quraan dan as Sunnah.

Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas radhiallahu `anhuma :
تكفل الله لمن قرأ القرآن وعمل بما فيه أن لا يضل في الدنيا، ولا يشقى في الآخرة”
Artinya : “Allah Tabaaraka wa Ta`aala akan menjamin bagi siapapun yang membaca al Quraan dan mengamalkannya, dia tidak akan sesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat.” Kemudian beliau membaca perkataan Allah `Azza wa Jalla:
((
فإما يأتينكم مني هدى فمن اتبع هداى فلا يضل ولا يشقى)). طه:123.
Artinya : “Maka jika datang kepadamu petunjuk daripadaKu, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjukKu, niscaya dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” Thoohaa:123. Lihat kitab : “Syarhul `Aqiidatut Thohaawiyyah”, hal. 67.

Dan ini semakna dengan apa yang telah disebutkan dalam satu hadist dari jalan `Utsman bin Affan :
وعن عثمان بن رضي الله قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ((خيركم من تعلم القرآن وعلمه)) رواه البخاري (5027).
Artinya : Berkata Rasulullahi Shollallahu `alaihi wa Sallam : “Sebaik baik kalian adalah yang mempelajari al Quraan dan mengajarkannya.” Diriwayatkan oleh al Imam al Bukhaariy (5027).

Tauhid dasar persaudaraan dan persamaan, ahlut Tauhiid tidak dibolehkan menjadikan ilaah ilaah (ma`buud) selain Allah diantara sesama mereka, sifat Ilaahiyah (peng`ubudiahan) hanya milik Allah `Azza wa Jalla satu satunya dan semua manusia diwajibkan ber`ibadah kepada Nya saja. Segenap manusia adalah hamba Allah Jalla wa `Alaa, dan yang paling mulia diantara mereka adalah Nabi kita Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

















Bab iii

penutup


dari makalah tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa keyakinan kita dapat memberi pengaruh bagi kepribadian kita tauhid membantu dalam pembentukan kepribadian yang kokoh. Ia menjadikan hidup dan pengalaman seorang ahli tauhid begitu istimewa. Arah hidupnya jelas, tidak mempercayai Tuhan kecuali hanya kepada Allah. KepadaNya ia menghadap, baik dalam kesendirian atau ditengah keramaian orang. Ia berdo'a kepadaNya dalam keadaan sempit atau lapang.

Hal tersebut mengingat bahwa peranan keyakinan yang kuat atas dasar tauhid perlu ditanamkan sejak dini pada anak karena sangat berpengaruh terhadap pembentukan sikap dan tingkah laku anak. Pemberian modal-modal keagamaan dalam keluarga dan memiliki pengetahuan-pengetahuan dasar tersebut memiliki arti penting untuk pencapaian tujuan asasi dari pendidikan Islam, yaitu penanaman iman dan akhlaqul karimah.



Sabtu, 03 Mei 2008

Tips BelAjAr Yang AsYik...

10 Cara Penting Yang Dapat Kamu Lakukan Untuk Meningkatkan Prestasi

1. Jadilah seorang pemimpin. Latihlah rasa tanggung jawabmu.Apabila guru meminta bantuanmu untuk mengerjakan sesuatu misalnya membersihkan kelas, jangan ragu untuk menerimanya. Ajak beberapa teman kelas dan pimpin mereka untuk membersihkan kelas bersama-sama.

2. Mendengarkan penjelasan guru dengan baik.Jawablah setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru apabila kamu mengetahui jawabannya. Jangan menunggu guru untuk memanggil kamu untuk menjawab pertanyaan

3. Jangan malu untuk bertanya.Selalu ajukan pertanyaan kepada guru apabila tidak mengerti tentang sesuatu hal.

4. Kerjakan PR dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya.Jangan malas mengerjakan PR dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya. Enak kan kalau kita cepat mengerjakan PR, jadi masih punya banyak waktu untuk bermain dan nonton TV deh

5. Setiap pulang dari sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi diajarkan.Nanti sewaktu ada ulangan jadi tidak banyak yang harus dipelajari! Asyik!

6. Cukup istirahat, makan dan bermain.Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin cepat-cepat bermain dan melupakan segala hal penting lainnya, contohnya makan dan istirahat. Padahal setelah seharian di sekolah, tak terasa badan kita membutuhkan masukan energi tambahan yang bisa didapatkan dari istirahat dan makanan yang kita makan. Oleh karenanya kita harus dapat membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan dengan baik, badan jadi segar setiap hari! Jadi tidak sering mengantuk di kelas!

7. Banyak berlatih pelajaran yang kurang disuka.Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman. Sehabis belajar bisa bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang menyukai matematika, kalian malahan menyukainya.

8. Ikutilah kegiatan ektrakurikuler yang kamu senangi.Cari tahu kegiatan apa yang cocok dan kamu suka. Contohnya apabila kalian suka pelajaran tae kwon do, cobalah untuk mengikuti kursus dari kegiatan tersebut, sehingga selain belajar pelajaran-pelajaran yang diajarkan di sekolah, kalian juga dapat mendapatkan pelajaran tambahan di luar sekolah.

9. seorang pembimbing yang baik.Orangtua adalah pembimbing yang terbaik selain guru. Apabila ada yang kurang jelas dari keterangan guru di sekolah, kalian dapat menanyakan hal tersebut kepada orang tua. Selain itu, kalian juga dapat belajar dari teman yang berprestasi.

10. Jangan suka mencontek teman.Kalau mencontek, kamu bisa bodoh karena tidak berpikir sendiri. Lagipula belum tentu, teman yang kamu contek itu menjawab pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau ketahuan guru dan teman lain, malu kan? Kalau kamu rajin belajar, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar sehingga ulangan dapat nilai baik.

CeGah JerawaT...

KULIT merupakan organ yang esensial dan vital bagi semua orang. Kulit mencerminkan kesehatan dan penyakit pada seseorang. Kulit yang sehat dan bersih menjadi keinginan bagi siapa saja. Apalagi kulit yang sehat pada wajah membuat kepercayaan diri untuk menjadi semakin tinggi.

Tapi bagaimana jika kulit, terutama pada wajah, berjerawat? Seorang remaja yang memiliki masalah jerawat, seringkali juga memiliki masalah berkaitan dengan harga diri, keyakinan diri, dan pergaulan sosial.

Pada organ kulit terdapat kelenjar lemak. Jumlah dan aktivitas kelenjar lemak ini bervariasi di bagian tubuh kita. Jumlah dan aktivitasnya berlebihan antara lain pada daerah kulit kepala, wajah, belakang telinga, punggung dan dada. Karena jumlah dan aktivitas kelenjar lemak yang berlebihan pada daerah tersebut, maka disebut sebagai daerah yang seborrhoe atau seborrhoic.

Jerawat atau acne merupakan radang kronis pada folikel sebaseus yang secara klinis ditandai dengan beberapa kelainan kulit (polimorfik) seperti komedo, papula, pustule, terutama pada daerah yang bersifat seborrhoic. Masalah ini biasanya dialami oleh remaja. Hasil penelitian menunjukkan, sebanyak 85% remaja mengalami jerawat pada usia 12-25 tahun, 15% pada usia 25 tahun dan bila tidak teratasi dengan baik, gangguan jerawat bisa menetap hingga usia 40 tahun.

Perlu Anda perhatikan apabila penanganannya tidak tepat, jerawat dapat meninggalkan luka atau scar yang memperburuk penampilan Anda, terutama jika jerawat yang parah terjadi di daerah muka atau wajah dan dapat menurunkan kepercayaan diri Anda.

Faktor Penyebab

Penyebab utama jerawat tidak diketahui secara pasti, tetapi beberapa faktor diduga mempengaruhi timbulnya jerawat, sehingga disebut dengan penyakit multifaktonal. Beberapa faktor tersebut adalah keturunan, hormonal seperti menstruasi dan kehamilan, sinar matahari, dan faktor psikologis seperti stres. Selain itu pada jerawat dijumpai adanya fungsi bakteri yang tidak normal yaitu propionibacterium acnes, peradangan dan meningkatnya aktivitas kelenjar lemak.

Penderita jerawat mempunyai kelenjar lemak yang lebih besar disebabkan peningkatan hormon androgen atau respons yang berlebihan kelenjar lemak terhadap kadar hormon normal dalam sirkulasi. Hal ini menyebabkan produksi lemak atau sebum berlebihan yang merupakan bahan komedogenik dan mengandung asam lemak bebas yang dianggap penting dalam menyebabkan peradangan.

Agar tidak berjerawat, Anda dapat mencoba tips sebagai berikut. Jagalah agar tubuh Anda selalu bersih, cucilah muka Anda dengan lembut dua kali sehari, jangan terlalu sering, karena dengan gosokan yang berlebihan dapat membuat iritasi kulit, kurangi make up, ini dikenal dengan jerawat kosmetik, dimana kelenjar tersumbat karena bahan kosmetika. Perhatikan pula makanan Anda, terkadang terdapat beberapa makanan yang dapat memicu timbulnya jerawat seperti susu, coklat dan kacang, sebaiknya Anda menghindari stres dalam kehidupan karena stres dapat menyebabkan hormon dalam tubuh Anda merangang timbulnya jerawat.

Apabila terdapat jerawat terutama pada daerah wajah, sebaiknya jangan memencet jerawat Anda karena dapat menyebabkan pecahnya jerawat dan menimbulkan jaringan parut yang permanen dan dapat menurunkan kepercayaan diri Anda.


TIPS CEGAH JERAWAT

  • Jaga tubuh selalu bersih.
  • Cuci muka dengan lembut dua kali sehari.
  • Kurangi make up -- ini dikenal dengan jerawat kosmetik.
  • Perhatikan makanan, hindari susu, coklat dan kacang.
  • Hindari stres dalam kehidupan.

Jus Jambu Mampu Atasi DBD

jambu.jpgPenyakit demam berdarah (DBD) kembali membuat gundah. Jambu biji merah pun menjadi buah yang paling dicari. Jus buah ini dianggap dapat mengobati penyakit yang disebarkan oleh nyamuk aedes aegypti itu. Benarkah demikian?

Musim hujan kembali datang dan penyakit demam berdarah kerap meningkat dimusim ini. Dimusim hujan hampir tidak ada daerah di Indonesia yang terbebas dari serangan penyakit DBD. Penelitian terakhir menyebutkan bahwa penyakit ini sudah ditemukan di seluruh propinsi di Indonesia. Maklumlah, penyakit ini lebih sering berkembang di daerah tropis atau subtropis.

Penyakit ini cukup membuat kita resah karena jika tidak diatasi dengan segera dapat menimbulkan kematian. Meskipun, patut disayangkan karena kecemasan ini tidak diikuti dengan tindakan untuk mengurangi kemungkinan munculnya si penyebar penyakit (baca: nyamuk aedes aegypti). Masyarakat sering lupa melaksanakan tindakan 3 M ( menguras, mengubur, dan memberikan bubuk abate) yang sesungguhnya menjadi cara awal untuk menangkal penyakit ini.

Akibatnya penyakit demam berdarah pun semakin merajalela. Di kalangan masyarakat umum, berkembang anggapan bahwa untuk mengobati demam berdarah penderita DBD harus mengkonsumsi jus jambu dalam jumlah banyak. Akibatnya buah jambu biji merah ini pun menjadi primadona. Bahkan harganya bisa naik jadi dua kali lipat. Benarkah jus jambu merah ini ampuh mengobati demam berdarah?

Fakta yang sebenarnya

Demam berdarah adalah penyakit infeksi yang diakibatkan oleh virus dengue. Virus ini masuk ke dalam pembuluh darah dan menyerang dinding pembuluh darah. Di dalam tubuh terjadi reaksi yang komplek, yang mengakibatkan kebocoran pembuluh darah. Akibatnya terjadi penurunan jumlah trombosit.

Jika hal ini tidak ditanggulangi, akan terjadi perdarahan saluran cerna yang ditandai dengan warna tinja yang hitam. Terjadi pula perdarahan pada organ tubuh lain seperti ginjal dan paru-paru. Pada stadium akhir dapat terjadi muntah darah.

Namun, sebelum hal ini terjadi, tubuh akan bereaksi terhadap virus. Pada tahap awal tubuh akan mencoba melawan virus dengan menetralisir virus. Jika tidak berhasil virus akan menganggu fungsi pembekuan darah dan timbul perdarahan. Supaya tubuh kita berhasil melawan virus dibutuhkan daya tahan tubuh yang kuat.

Untuk mendapatkan daya tahan tubuh yang baik, salah satu yang diperlukan adalah asupan makanan yang kaya gizi dan vitamin. Salah satu jenis vitamin yang cukup penting adalah vitamin C. Jambu biji adalah satu dari banyak jenis buah-buahan yang mengandung banyak vitamin C. Ini berarti bahwa jus jambu biji akan efektif sebagai pembangun daya tahan tubuh untuk melawan virus dengue bukan untuk menyembuhkan penyakit demam berdarah.

Untuk mengobati penyakit demam berdarah, sebagai langkah awal dokter akan memberikan cairan agar penderita DBD tidak mengalami dehidrasi. Jika pemberian cairan melalui mulut tidak mencukupi atau derajat kebocoran plasma cukup berat, cairan harus diberikan melalui infus yang dimasukkan lewat pembuluh darah vena.

Cairan melalui infus biasanya diberikan jika penderita muntah setiap kali makan atau minum. Dokter juga akan memberikan obat penurun panas guna mengurangi demam dan rasa nyeri. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan dan memantau perkembangan penderita DBD. Jika terjadi perdarahan cerna, dokter mungkin akan melakukan transfusi darah.

Pada saat penderita mengalami demam berdarah dan harus dirawat di rumah sakit, dokter bisa jadi melarang konsumsi jus jambu. Terutama jika hal ini menimbulkan munta-muntah. Tapi, pada penderita demam berdarah stadium awal, ketika penderita masih bisa makan dan minum, pemberian jus jambu masih diperbolehkan. Dengan harapan, dapat membantu memperbaiki daya tahan tubuh.


Waspadai gejala demam berdarah seperti berikut ini:

  • Demam mendadak tanpa sebab yang jelas
  • Demam disertai kemerahan di wajah dan leher serta muntah
  • Timbul perdarahan, baik dari gigi, mulut, hidung, kulit, atau tinja
  • Anda juga patut curiga jika terjadi penurunan suhu secara tiba-tiba setelah beberapa waktu penderita mengalami demam. Gejala ini diiringi dengan rasa gelisah, sakit perut, dan badan lemas. Ini menandakan DBD akan memasuki fase syok yang sangat berbahaya.

Tidak Semua Gizi Buruk Disebabkan Oleh Kelaparan

Di berbagai daerah diberitakan media banyak terjadi kasus gizi buruk. Dan kasus ini menjadi sorot perhatian media. Memang salah satu penyebab dari gizi buruk adalah kemiskinan, sehingga menyebakan kelaparan. Tapi penyebab lain munculnya gizi buruk yaitu kurangnya pengetahuan masyarakat akan makanan bergizi.

Gizi buruk tidak hanya dialami oleh kaum yang berstatus sosial rendah saja, tetapi juga kaum orang berpunya. Mereka mampu membeli makanan yang harganya mahal, tetapi anak mereka digolongkan sebagai anak di bawah garis merah (gizi buruk). Ibu saya, adalah sukarelawan kader posyandu, beliau mengatakan bahwa gizi buruk tidak hanya diakibatkan kemiskinan saja, tetapi bisa juga diakibatkan kurang pengetahuan orang tua akan makanan bergizi tinggi. Dan masyarakat sekarang lebih senang akan makanan yang instan (serba cepat dan praktis). Padahal makanan cepat saji atau jajanan yang praktis belum tentu bisa mencukupi kebutuhan tubuh balita atau anak. Memang benar apa kata ibu saya, banyak sekali orang tua yang tidak tahu akan apa dan bagaimana sih makanan bergizi? Mereka hanya berfikir yang penting makan kenyang dan enak.

Kalo ditanya mengenai makan kenyang dan enak? Inilah yang sulit dijawab bagi oang miskin, di tengah kebutuhan yang semakin mahal, minyak goreng mahal, minyak tanah mahal, BBM mahal, sembako pun mahal, sayur pun mahal, bahkan untuk membeli LPG pun belum tentu mampu. Mereka dituntut untuk bertahan hidup dengan makan apa adanya, kadang makanan yang sudah basi di makan, makanan yang masih mentah pun dimakan, bahkan tidak makan sampai berhari-hari pun bisa jadi dilakukan. Padahal agar terhindar dari gizi buruk mereka harus makan makanan bergizi yang notabene dengan makan yang 4 sehat 5 sempurna. Sunguh menyedihkan mereka bertahan hidup dengan cara begitu. Oleh karena itu, bagi rekan-rekan atau para pembaca yang ingin berpartisipasi untuk membantu meringankan beban orang yang seperti di atas, silahkan kirimkan bantuan Anda melalui program TPC peduli.

Kembali ke laptop, di tengah harga yang semakin mahal, masyarakat dituntut untuk bisa membuat makanan yang cukup gizi. Rasanya memang sulit memenuhi hal tersebut, pasalnya untuk membuat makanan bergizi pun membutuhkan biaya yang mahal. Misalnya sayur bayam, bayam menurut popeye adalah sumber tenaga yang bisa membuatnya menjadi kuat. Tetapi untuk membuat sup bayam namun gizinya tetap tinggi pun susah. Bahkan kalaupun supnya udah jadi belum tentu sup tersebut sudah mencukupi kebutuhan gizi tubuh. Kandungan gizi dalam bayam tersebut berkurang ketika dimasak (digodok). Nah, sulit bukan membuat sup bayam yang bergizi?

Beberapa fenomena yang terjadi belakangan ini. Masyarakat sekarang kurang menyadari apa dan bagaimana makanan bergizi, masyarakat sekarang lebih senang terhadap makanan instan yang belum tentu kandungan gizinya cukup, masyarakat sekarang banyak yang meninggalkan sayuran, dan masyarakat sekarang kurang sadar akan pentingnya posyandu. Nah, itulah penyebab lain dari gizi buruk. Bukan hanya disebabkan oleh kemiskinan saja tapi juga seperti hal yang saya sampaikan di atas.

Rasanya program konversi LPG dan peniadaan minyak tanah bersubsidi kurang tepat dilakukan pada saat ini. Pasalnya, dampak setelahnya itu ang rawan. Mudah-mudahan pemerintah atau bahkan lembaga terkait dapat memahami dan mengantisipasinya.

Pengaruh Iklim Bagi Kesehatan

Perubahan iklim merupakan tantangan yang paling serius saat ini. Dampak perubahan iklim sudah ada didepan mata kita. Bukti ini terlihat dari munculnya fenomena peningkatan suhu global, ketidakpastian musim, kekeringan yang berkepanjangan, permukaan es kutub utara yang semakin tipis dan kebakaran hutan. Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan Dr.dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K) pada seminar Sehari “Protecting Health From Climate Change” yang dibacakan Dirjen P2PL Depkes dr. I. Nyoman Kandun, MPH di Jakarta 7 April 2008. Seminar diselenggarakan dalam memperingati Hari Kesehatan Sedunia ke-60 tanggal 7 April 2008. Tema yang dipilih adalah “Protecting Health from Climate Change”. Sedangkan Indonesia menetapkan tema “Perlindugan Kesehatan dari Perubahan Iklim”. Perubahan suhu yang ekstrim berhubungan dengan kematian dan kejadian kesakitan seperti heatstroke, frozenbyte, sun-burn, dan stres. Perubahan suhu, kelembaban dan kecepatan angin juga dapat meningkatkan populasi, memperpanjang umur dam memperluas penyebaran vektor sehingga berdampak terhadap peningkatan kasus penyakit menular seperti : malaria, dengueyellow fever, schistosomiasis, filariasis dan pes, ujar Menkes. Menkes menambahkan, perubahan iklim menyebabkan terjadinya bencana banjir, tsunami, kekeringan, badai, tanah longsor dsb, sehingga mempengaruhi keterbatasan air bersih, kebutuhan sanitasi dasar, ketersediaan pangan yang akan menimbulkan masalah gizi dan menyebabklan rentan terhadap penyakit seperti water birne diseases dan food borne diseases. Perubahan iklim juga mempengaruhi radiasi ultraviolet dan pencemaran udara yang dapat menimbulkan reaksi alergis dan infeksi karena debu dan bahan kimia yang terjadi sebagai pengaruh cuaca atau polusi udara seperti penyakit-penyakit saluran pernafasan. Berbagai penyakit diduga berkaitan dengan perubahan cuaca antala lain stroke, meningitis, katarak dan lain-lain, ujar Menkes. Dampak perubahan iklim dapat dilihat dari batas musim hujan dan kemarau yang tidak lagi pasti. Suhu udara samakin panas, kemarau sering menjadi sangat panjang dan lamanya curah hujan menimbulkan banjir serta longsor. Gejolak alam yang dikenal dengan perubahan iklim ini mempengaruhi daya dukung alam terhadap kelangsungan hidup manusia. Banjir meningkatkan risiko penyebaran leptospirosis, diare, kolera. Namun masalah perubahan iklim tidak sekadar banjir. Kenaikan suhu udara (di Indonesia mencapai 1°C di tahun 199 [Photo] menyebabkan masa inkubasi vekyor semakin pendek sehingga nyamuk malaria dan demam berdarah dapat berkembang biak lebih cepat. Jika tahun 1998 di Jawa-Bali terdapat 18 kasus Malaria per 100.000 penduduk, maka tahun 2000 meningkat menjadi 48 per 100.000 penduduk. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) juga meningkat setiap tahunnya, meski persentase kasus yang meninggal dapat terus diperkecil dengan penanganan medis. Perubahan alam juga mempengaruhi pola perilaku dan perkembangan hewan yang berdampak pada peningkatan kasus penyakit yang penyebarannya terjadi melalui hewan. Suhu, kelembaban dan kecepatan angin dapat meningkatkan populasi, memperpanjang umur, dan memperluas penyebaran hewan pembawa penyakit. Sebagai contoh, daerah hidup nyamuk meluas ke dataran yang lebih tinggi. Musim kemarau panjang menyebabkan tikus hutan berpindah ke pemukiman, sehingga meningkatkan kemungkinan penyebaran pes. Perubahan iklim juga mengganggu ketersediaan pangan. Peningkatan permukaan air laut karena melelehnya es di kutub, merusak ekosistem hutan bakau, menyebabkan intrusi air laut ke daratan sehingga air tawar semakin sulit didapat, serta mempersempit daratan yang digunakan untuk sektor pertanian. Air tawar semakin sulit diperoleh, dan kesulitan memperoleh air bersih menambah masalah dalam memerangi penyakit yang berhubungan dengan sanitasi. Pemanasan air laut serta makin seringnya terjadi badai laut mempengaruhi sektor perikanan sebagai salah satu sumber pangan. Keterbatasan bahan pangan juga diakibatkan rusaknya siklus tanaman dan panen, selain kemarau panjang, banjir, dan longsor. Keterbatasan pangan tentunya menyumbang pada asupan gizi, kemudian kesehatan dan produktivitas penduduk. Upaya manusia membuka hutan untuk bertani, malah menyumbang pada perubahan iklim, karena hutan berfungsi menyerap gas rumah kaca (GRK) dan mengubahnya menjadi O2. GRK adalah gas yang menghadang dan menyerap gelombang cahaya yang seharusnya memantul ke angkasa luar, menyebabkan radiasi matahari terperangkap di atmosfer bumi, dan meningkatkan suhu bumi. Tiga GRK utama adalah Karbondioksida (CO2), Dinitroksida (N2O), dan Metana (CH4). CO2 dan N2O terutama dihasilkan oleh pembakaran minyak bumi, gas dan batubara, serta kebakaran hutan yang diperlukan bagi energi listrik, menggerakkan transportasi dan industri. Polusi CO2 dan N2O sendiri sebenarnya telah memperburuk daya dukung lingkungan terhadap kesehatan, menimbulkan gangguan kesehatan dari gangguan pernafasan hingga stroke, bahkan kanker. Metana adalah hasil proses pada sawah tergenang, pupuk, serta pengolahan sisa pertanian. Kotoran ternak, bahkan hembusan nafas ternak secara alami juga melepaskan Metana ke udara. Metana juga dilepaskan dari proses alami sampah, dan CO2 dihasilkan pembakaran sampah. Melindungi diri dari perubahan iklim dibagi atas upaya mitigasi (minimalisasi penyebab dan dampak) dan adaptasi (menanggulangi risiko kesehatan), yang seringkali tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Hemat adalah salah satu kuncinya. Reduksi pembakaran bahan bakar fosil dengan menghemat pemakaian listrik dan kendaraan bermotor. Hemat bahan pangan memperkecil produksi metan. Minimalisasi limbah dapat dilakukan dengan penghematan penggunaan kertas, plastik, dan melakukan daur ulang. Pemisahan sampah organik dan non-organik adalah hal yang mudah dilakukan namun sulit dimasyarakatkan. Ada baiknya kini mulai dimasyarakatkan. Demi paru-paru kita, hijaukan lingkungan dengan pepohonan, jaga hutan, dan hentikan pembakaran hutan. Gunakan kelambu, hindari gigitan nyamuk. Cermati celah-celah dimana nyamuk bisa berkembang biak, bersihkan bersama dengan membersihkan lingkungan. Membersihkan lingkungan dapat memperkecil kemungkinan berkembang biaknya serangga dan hewan yang dapat menyebarkan penyakit. Ajak semua saudara dan tetangga bekerja bakti. Ajak semua untuk melindungi diri dari perubahan iklim. Dalam Workshop akan disajikan 5 topik kaitannya dengan perubahan iklin, yaitu : Dampak perubahan iklim pada tataran global, regional, nasional dan masyarakat akan disampaika pembicaraan dari WHO Perwakilan Indonesia. Kesehatan dan perubahan iklim di Indonesia akan disampaikan Dirjen PP&PL. Peningkatan Kepedulian dan Pemahaman masyatakat terhadap dampak dari perubahan iklim akan disampaikan Erna Witoelar. Tantangan Pemenuhan Gizi Masyarakat akibat Perubahan Iklim akan disampaikan oleh Dirjen Ketahanan Pangan Deptan dan Skema jangka panjang dan jangka menengah antisipasi dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat. Akan disampaikan pembicara dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).

peserta askeskin

ORANG miskin dilarang sakit. Anekdot itu sering terdengar. Tidak hanya sekarang, tetapi sudah dari dulu. Mengapa, karena biaya obat dan perawatan di rumah sakit sangat tinggi, sehingga tidak mampu dijangkau oleh rakyat miskin. Ironisnya lagi, tidak jarang para pasien termasuk yang tergolong miskin sering jadi objek permainan. Mereka tidak jarang dihambat bahkan sering digiring ke rumah sakit swasta.

Manakala pemerintah mengeluarkan kebijakan penerapan Askeskin pada Januari 2005, warga pun menyambut dengan suka cita. Ibarat hujan di musim kemarau. Harapannya, kebijakan ini akan mampu mengangkat derajat kesehatan warga miskin.

Apalagi pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk menunjang program pro-rakyat ini. Untuk tahun 2006 saja, pemerintah menganggarkan Rp 3,6 trilyun. Namun anggaran itu baru terserap 72 persen. Artinya masih ada dana Rp 1 trilyun yang belum cair atau dikembalikan lagi ke APBN karena tak terpakai.

Ini tampak ironis. Di tengah masih banyaknya warga miskin di Indonesia, bahkan cenderung meningkat, Depkes selaku penanggung jawab Askeskin masih menyisakan anggaran. Masih tersisanya anggaran tersebut menunjukkan bahwa kerja Depkes dalam membantu rakyat miskin belum maksimal. Dari sini juga dapat disimpulkan bahwa Depkes sebagai institusi operasional kebijakan Askeskin tidak secara serius mengamankan garis strategi pemerintah. Anggaran tidak efektif terserap di lapangan, padahal rakyat miskin tidak berkurang bahkan cenderung bertambah.

Gambaran kondisi nasional itu, juga berlaku di Bali. Pada tahun 2007 dari kuota 76,4 juta jiwa, Bali mendapat kuota 548.617 jiwa warga miskin. Dari jumlah itu baru 54 persen memiliki kartu Askeskin. Sisanya, 46 persen belum mendapatkan ”haknya” yang sebenarnya telah dianggarkan oleh pemerintah.

Berangkat dari fenomena tersebut, tak bisa terbantahkan bahwa pemerintah, khususnya pemerintah daerah, belum maksimal memberi pelayanan kepada warga miskin. Sebab, sesuai dengan aturan pemerintah, pendaftaran warga miskin melalui aparat desa dan mendapat pesetujuan (SK) dari bupati/wali kota. Kecilnya masyarakat Bali yang terjangkau Askeskin — 54 persen dari kuota yang ditetapkan — menandakan masih rendahnya kepedulian aparat terhadap rakyat miskin.

Oleh karena itu, khusus di Bali perlu dibuatkan sistem yang lebih baik dalam mendata warga miskin. Apalagi data yang diberikan oleh BPS secara tegas menunjukkan bahwa warga miskin di Bali sebanyak 548.617.

Ke depan, perlu diciptakan sistem yang betul-betul bisa memberi kemudahan kepada warga miskin. Sebab, dari data yang ada masih ada 46 persen warga miskin di Bali belum terjangkau Askeskin. Apalagi sejumlah data menunjukkan bahwa tidak sedikit warga berkemampuan cukup juga menerima Askeskin. Ini artinya, warga miskin yang tidak terjangkau Askeskin bisa lebih banyak dari data yang ada sekarang. Mengapa, karena ”jatahnya” telah diambil oleh warga yang berkemampuan cukup.

Selain penciptaan sistem yang mudah, sosialisasi akan manfaat Askeskin juga penting terus dilakukan. Sebab, tidak sedikit warga miskin yang belum tahu bahwa dia sudah mendapat tanggungan pemerintah, apabila ikut menjadi peserta Askeskin.

Intinya, sosialisasi itu akan dapat memberikan informasi dan pemahaman yang jelas bahwa kesehatan adalah penting untuk dijaga yang salah satunya bisa dilakukan melalui kepesertaan Askeskin. Sementara tujuan sistem adalah untuk mempermudah dan mempercepat proses untuk menjadi anggota Askeskin.